Jumat, 10 Agustus 2012

Teruntuk, Bunda nya Alif...


Baru ku sadari begitu istimewanya dirimu, entah kekuatan apa yang ada di jiwamu, setiap saat tidak lepas tangan dan pikiranmu memikirkannya, tidak ada waktu bagimu tuk berpaling dari dia. tidak ada kata bosan kau ucapkan untuk mengurus makhluk kecil yang sering pipis dipangkuanmu, mengganggumu ketika makan saat pampers-nya musti diganti …. entahlah…. mungkin statusmu yang membuat kau menjadi perempuan yang tangguh.
Masih ingat dipikiran, pertama kali kau terkejut ketika kukenalkan namanya kompor minyak, tanganmu yang terbiasa dengan kompor gas, membuatmu bertanya-tanya dan seringkali berkata “hari ini masih pakai kompor minyak? disertai tawamu yang kecil”. ku tau kau baru belajar mandiri, sejak ku minta kau dari ibumu, semua yang biasanya dilayani, sekarang berubah, kau yang melayani ….namun, keluhan-keluhanmu  kau gantikan dengan masakan-masakan yang bagiku begitu istimewa. ….
Teringat jelas dimataku, airmata yang mengalir deras membasahi pipimu, saat kau mulai beranjak dari rumah tempat  selama ini kau dibesarkan, menuju ratusan kilometera jauhnya ke kota yang kurang begitu familiar dikepalamu. Menumpukan semuanya kepadaku, mempercayakan dirimu padaku….. tapi kau bisa..
Ketika kau tidur, seringkali ku lihat wajahmu yang lelah setelah seharian mengurus rumah dan dia. Kau..perempuan yang pertama membuatku benar-benar jatuh cinta, kau…. perempuan pertama yang memberikanku keyakinan atas keputusanku…. dan perlu kau tau…. kau adalah perempuan pertama yang duduk di sepeda onthel tuaku saat kuliah dulu….
Kekuatan terbesarmu adalah menangis, dan kelemahan terbesarku adalah tangisanmu…. darimu kubelajar arti hidup ini, dari dirimu ku belajar tanggung jawab, dan dari dirimu ku belajar bersabar… tawa dan senyummu yang membuatku semangat dalam menuju masa depan yang belum pasti….
Ku akui, keputusan terbaik yang pernah ku buat adalah  ketika ku pakaikan cincin emas ke jari manismu saat itu….
Teruntuk Bunda dari anakku…. bersabarlah selalu atas diriku dan dia,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar