Malam itu, Ada perasaan yang berbeda saat ayah berada dalam perjalanan bus kali ini ketika menuju kampung halaman tercinta, perasaan cemas yang dulu pernah datang yang susah untuk diungkapkan. Perasaan yang sangat ingin mengetahui takdir yang akan diberikan Tuhan sebentar lagi. Ada rasa ingin tahu yang besar melihat seperti apa calon penurus hidup ayah kelak, dimana sebelumnya hanya bisa ayah belai melalui perut ibu mu saja, tapi kini engkau akan hadir didunia nyata.. tapi terselip rasa cemas membayangkan perjuangan ibumu mempertaruhkan nyawa agar engkau bisa hadir dimuka bumi Allah ini. saat itu ingin rasanya segera hadir disana, terbayang di kepala seandainya ada penerbangan langsung mungkin ayahmu bisa berada disamping ibumu memberi semangat melewati detik-detik menegangkan seumur hayat.
Sudah empat hari engkau melewati prediksi yang diperkirakan dokter mengenai waktu kelahiranmu, hampir semua keluarga besar kita mencemaskan keadaanmu di dalam kandungan serta kesehatan ibumu, hasil pemeriksaan engkau baik-baik saja didalam kandungan walaupun air ketuban cuma pas-pasan, akhirnya dokter berkesimpulan agar engkau dirangsang untuk keluar. Pada jam delapan malam setelah ibu berbuka puasa engkau pun dirangsang untuk keluar dan delapan jam kemudian engkau pun hadir didunia fana ini melalui persalinan normal. Alhamdulillah semua berjalan lancar, mungkin engkau ingin mengurangi beban ibu yang walaupun mengandungmu sembilan bulan tapi tetap menjalankan puasa tanpa satu hari pun yang tinggal. Agar tidak terlalu banyak puasa yang diganti nantinya begitu alasan ibumu ketika ayah menanyakan mengenai hal itu.
Teh Kanza lah yang memberi kabar bahwa engkau telah ada didunia ini. Tak terasa betapa senangnya ayah menyambut kehadiranmu, sujud syukur pun tak lupa kepada Ilahi karena memudahkan semua proses ini, pikiran yang tadinya tak menentu pun akhirnya sirna berganti kabar bahagia. Melihatmu untuk pertama kali seperti sejuk hati ini apalagi ketika engkau yang begitu lahap menyusui didalam dekapan ibu.
Engkau lahir 2 jam sebelum ayah sampai ke rumah sakit, eyang mu lah yang memperoleh kehormatan untuk mengadzankanmu untuk pertama kalinya,semoga apa yang diperdengarkan oleh eyangmu terekam didalam ingatan pertamamu dan selalu ada didalam alam bawah sadarmu agar ia menjadi tuntunan dalam menjalani hidup di bumi Allah ini.
Engkau lahir bertepatan dengan 10 Ramadhan 1433H pukul 04.00WIB. disaat ummat islam sedang menikmati makan sahur engkau hadir didunia, semoga kelahiranmu dibulan yang penuh berkah ini, demikian juga keberkahan dan kebaikan selalu menyertai dan menaungi kehidupanmu kelak dimasa yang akan datang.
Selamat datang ke dunia nak..
Mungkin hidup didunia fana ini tidak senyaman didalam rahim ibumu, tapi inilah suratan hidup yang harus engkau lalui, akan banyak cobaan dan rintangan didepan yang akan menghalangimu, hidup kadang tidak hanya ada hitam dan putih, kadang berwarna abu-abu yang membuat kita bingung dalam mengambil keputusan.
Tapi janganlah takut..
Berdua kami akan membimbingmu melewati itu semua seperti yang diajarkan Almarhum ke dua eyangmu kepada ayah dahulu semasa hidupnya. Ingatlah selalu pemilikmu yang sesungguhnya lima waktu disetiap hari, karena hanya dengan kehendak-Nya kamu bisa hadir didunia ini, IsyaAllah jika firman-Nya selalu engkau taati, disurgalah tempat kekalmu abadi..
Mungkin hidup didunia fana ini tidak senyaman didalam rahim ibumu, tapi inilah suratan hidup yang harus engkau lalui, akan banyak cobaan dan rintangan didepan yang akan menghalangimu, hidup kadang tidak hanya ada hitam dan putih, kadang berwarna abu-abu yang membuat kita bingung dalam mengambil keputusan.
Tapi janganlah takut..
Berdua kami akan membimbingmu melewati itu semua seperti yang diajarkan Almarhum ke dua eyangmu kepada ayah dahulu semasa hidupnya. Ingatlah selalu pemilikmu yang sesungguhnya lima waktu disetiap hari, karena hanya dengan kehendak-Nya kamu bisa hadir didunia ini, IsyaAllah jika firman-Nya selalu engkau taati, disurgalah tempat kekalmu abadi..
ayah hanya ingin kelak kau menjadi anak shaleh yg rendah hati. Tak apa kau kelak menjadi petani biasa, tak masalah pula kau kelak menjadi pemimpin hebat dengan amanah yang besar. Tapi tetaplah menjadi petani yg shaleh,tetaplah pula menjadi pemimpin yang rendah hati. Dan dalam kesholehan dan kerendah hatianmu itu,teruslah berdoa untukku dan jg ibumu yg telah dengan susah payah melahirkanmu. Doamu akan selalu kami tunggu untuk keberkahan hidup yang kami jalani sampai kami menempati ruang sepi dalam kamar sayang .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar