Senin, 04 Juni 2012

Senja dan Pagi


Aku tidak tahu apakah ini rasa cinta yang akan disetujui Tuhan untuk dijalani sepanjang kehidupan dunia akhiratku kelak. Atau sebuah rasa yang sejenak hadir lalu akan pergi serupa debu, sebentar menempel, dibersihkan, lalu menjadi tiadalah ia, walaupun tiada debu yang benar-benar pergi ketika sudah dibersihkan sekalipun. Kuakui, ada getar yang bicara ketika ia bicara melalui tulisannya, bicara dalam gerak sikapnya, bicara dengan senyumnya, bicara dalam diamnya…
Ia mencintai senja, aku mencintai hadirnya pagi. Mungkin kami tiada saling bertemu dalam keindahan, mengingat kecenderungan kami adalah suatu alur yang terpisahkan. Ia pergi, aku datang. Selalu begitu, merotasi tiada henti. Kami diam ketika malam mulai bercerita tentang ketenangan dalam gelap. Ia melepas senjanya kepada malam, aku menanti kehadiran pagi dengan berteman malam. Entah apa ini sebuah kesamaan, sama-sama berhubungan dengan malam. Aku hanya memaksakannya menjadi sebuah alasan untuk kita mulai saling bicara. Membicarakan tentang malam mungkin, ahh.. itu pasti menyakitimu, malam jelas-jelas telah merenggut keindahan senja. Tapi senja itu tiada indah jika terjadi sepanjang hari, atau jika matahari tak terbenam perlahan mana ada keindahan senja, ahh aku mulai membuat banyak alasan imajinatif….
Huffh.. jadi baiknya kita membicarakan apa ?
Bagaimana kalau bicara tentang kemiripan matahari terbenam yang mendulang keindahan senja, serupa kan dengan kedatangan matahari yang juga menghias keindahan pagi? Aahh… masih saja aku mencari alasan. Mungkin baiknya aku tidur dan mulai ngelindur, berbicara denganmu tentang apapun…

Seindah apapun sebuah rasa,
Atau seburuk apapun sebuah rasa dalam hati saat ini,
Kelak juga akan berakhir
Menemui nadirnya takdir
Mungkin lebih baik menikmatinya dengan sederhana
Tidak berlebihan memaknai rasa
akan menhindarkan hati dari rasa sakit
Senja dan pagi tiada pernah bertemu
Namun masing-masing memberi esensi pada bumi
Saling meninggalkan jejak di bumi
Untuk diperkarakan pada masing-masing keindahannya
,,,
Senja melepas kepergian matahari,
Pagi mendendang kehadiran matahari
Mereka berdua ada dan meniadakan
Mungkinkah jika mereka saling memiliki?
Biarlah matahari yang menyampaikan jawabannya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar