Jumat, 09 Maret 2012

Lagi. . .dan lagi. . .


Menemani malam yang mulai merayu hati. Adakah di sana engkau menungguku dengan secangkir anggur cinta?
lagi, dan lagi ku ketuk pintu malam dan berharap kau masih menungguku walau untuk ptemuan sejenak tanpa kata.

Membasuh hati dengan embun malam
ingin cepat tidur agar tak mabuk di perahu patah tiang
malam, jemput aku ke peraduanmu, secepat buaian angin basah.
menunggu saatnya meminang rembulan. Wahai sang pengantin malam itu membuatku berdebar dalam penantian.

Cepatlah pergi matahari karena rembulan menungguku di batas malam
melihat bayang melayang-layang terus membayang kala siang penuh kesetian, moga hingga rembulan datang kita tetap dalam kasih sayang duhai sayang
rasakan denyut nadi malam sambil berselimut rindu
adakah dirimu sedang menyapa rembulan?
malam semakin larut. Tapi tidak dengan hatiku. . .
untuk selalu mirindu. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar