Malam mengajariku kalau di “Lorong-lorong gelap tetap saja tersedia cahaya bagi mereka yg menggunakan mata hati. Dan, di setiap pejam mata tersedia keindahan yang cukup untuk membasuh luka hati.” Terimakasih penguasa malam, mata, dan hati untuk pengajaranmu malam ini.
Bersamamu, ku ingin kita mendaki tebing malam tanpa suara dan kala kita tiba di bulan kan kutulis kalimat yang paling kau suka: ANNA UHUBBUKA sayang. . .
Bumi pun tersenyum. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar