Selasa, 14 Agustus 2012

Dear Mama


Mama,malam ini aku tidak bisa tidur, aku rindu pada suara bacaan Al-qur ‘an dan zikir-zikir yang selalu mama lantunkan disaat menjelang tidur , terutama di bulan ramadhan, mama selalu duduk disamping tempat tidur, sampai aku terlelap dalam mimpi indah sepanjang malam.
Mama...
Ini malam yang ke dua puluh lima Ramadhan , lima hari lagi lebaran idul fitri akan tiba, aku ingat biasanya mama, sudah mengajakku , untuk membeli baju baru bersama Kevin,Papa juga Echa.   kita akan berjalan bersama, sambil bergandengantangan kita menyusuri pusat perbelanjaan di Kota Bandung sampai Jakarta kalau perlu, tentu mama biasanya memilih tempat yang tidak terlalu ramai, karena mama pusing kalau tempat perbelanjaan yang penuh sesak.
Mama...
Tahukah Mama, sebentar lagi akan menjadi , seperti Mama bilang kalau sudah harus lebih rajin sholat seperti mama, menjadi dokter yang mengobati orang-orang sakit dengan ikhlas tanpa menetukan tarif nya kepada sang pasien apalagi kepada orang yang tidak mampu, mama selalu memberikan resep obat yang bisa dijangkau oleh sang pasien tanpa ada keinginan untuk ikut-ikutan memberikan obat-obatan mahal yang khasiat nya sebenar nya juga sama, semoga Abang bisa ya, Ma,Mama...
Kita sudah tidak pernah bertemu lagi sejak, setengah tahun ini puasa pertama  yang kita tidak bersama lagi, tapi rasanya mama selalu tetap ada di hati .
 Abang mengerti mengapa Mama pergi meninggalkan kami bertiga, karena Allah sangat sayang kepada Mama itu adalah jalan yang terbaik, agar mama terlepas dari penderitaan yang selama ini Mama rasakan , ternyata Mama sudah menyimpan rasa sakit disekujur tubuh Mama selama bertahun tahun sejak dokter mengatakan, mama menderita penyakit itu, tanpa sengaja Abang, membaca tulisan Bunda Afni saudara mama yang sangat sayang kepada mama, menulis cerita tentang Mama yang berjudul “ Saat Malaikat Datang Menyapa” karena Bunda Afni juga ikut menjaga di saat-saat Mama sangat menderita,Abang menangis ma, ternyata Mama selalu menutupi rasa sakit yang sangat dalam,dan terus bertahan agar mama tetap semangat mendampingi hari hari indah terakhir bersama kami bertiga, seandai nya Abang tahu saat itu kalau sakit itu sudah menggrogoti mama, mungkin tidak satu hari pun Abang membuat mama bersedih, maafkan Abang ma...
Mama...
Ini bulan Rhamadhan kedua tanpa papa, dan Ramadhan pertama tanpa mama tapi mama jangan bersedih ya , karena Abang masih punya saudara-saudara tersayang mama, yang selalu memberi semangat untuk Abang,Kakak dan juga Adek  yang selalu menyanyangi kami dengan sepenuh hati, mereka juga sudah membelikan baju lebaran walau mama tidak bisa bersama kami lagi, tapi kasih sayang sudah cukup bagi kami. Ya Terlebih ada “L” :’) Bawelan nya sudah cukup buat rame telinga abang :-) ya Seperti yang pernah Mama katakan “Jagalah selalu tali persaudaraan, sama saudara –saudara, dan sahabat-sahabat Mama , anggaplah mereka sebagai pengganti Mama juga.” Nasehat Mama selalu tersimpan dihati dan akan Abang, amalkan. Seluruh nama saudara-saudara juga sahabat-sahabat Mama terbaik, sudah Abang tulis dibuku catatan karena kalau tidak ditulis takut lupa,Selamat malam ya ma, semoga nanti kita bertemu lagi di surga yang pernah Allah janjikan luasnya seluasa langit dan bumi kepada hamba-hambanya yang sabar dan ikhlas dengan segala cobaan yang Allah berikan . Aamiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar