Mama,malam ini aku
tidak bisa tidur, aku rindu pada suara bacaan Al-qur ‘an dan zikir-zikir yang
selalu mama lantunkan disaat menjelang tidur , terutama di bulan ramadhan, mama
selalu duduk disamping tempat tidur, sampai aku terlelap dalam mimpi indah
sepanjang malam.
Mama...
Ini malam yang ke dua
puluh lima Ramadhan , lima hari lagi lebaran idul fitri akan tiba, aku
ingat biasanya mama, sudah mengajakku , untuk membeli baju baru bersama
Kevin,Papa juga Echa. kita akan berjalan bersama, sambil
bergandengantangan kita menyusuri pusat perbelanjaan di Kota Bandung sampai
Jakarta kalau perlu, tentu mama biasanya memilih tempat yang tidak terlalu ramai,
karena mama pusing kalau tempat perbelanjaan yang penuh sesak.
Mama...
Tahukah Mama, sebentar
lagi akan menjadi , seperti Mama bilang kalau sudah harus lebih rajin
sholat seperti mama, menjadi dokter yang mengobati orang-orang sakit dengan
ikhlas tanpa menetukan tarif nya kepada sang pasien apalagi kepada orang yang
tidak mampu, mama selalu memberikan resep obat yang bisa dijangkau oleh sang
pasien tanpa ada keinginan untuk ikut-ikutan memberikan obat-obatan mahal yang
khasiat nya sebenar nya juga sama, semoga Abang bisa ya, Ma,Mama...
Kita sudah tidak
pernah bertemu lagi sejak, setengah tahun ini puasa pertama yang kita tidak bersama lagi, tapi
rasanya mama selalu tetap ada di hati .
Abang mengerti mengapa Mama pergi meninggalkan
kami bertiga, karena Allah sangat sayang kepada Mama itu adalah jalan yang
terbaik, agar mama terlepas dari penderitaan yang selama ini Mama
rasakan , ternyata Mama sudah menyimpan rasa sakit disekujur tubuh Mama
selama bertahun tahun sejak dokter mengatakan, mama menderita penyakit itu,
tanpa sengaja Abang, membaca tulisan Bunda Afni saudara mama
yang sangat sayang kepada mama, menulis cerita tentang Mama yang berjudul “
Saat Malaikat Datang Menyapa” karena Bunda Afni juga ikut menjaga di saat-saat Mama
sangat menderita,Abang menangis ma, ternyata Mama selalu menutupi rasa sakit yang
sangat dalam,dan terus bertahan agar mama tetap semangat mendampingi hari
hari indah terakhir bersama kami bertiga, seandai nya Abang tahu saat itu kalau sakit
itu sudah menggrogoti mama, mungkin tidak satu hari pun Abang membuat mama
bersedih, maafkan Abang ma...
Mama...
Ini bulan Rhamadhan
kedua tanpa papa, dan Ramadhan pertama tanpa mama tapi mama jangan bersedih ya
, karena Abang masih punya saudara-saudara tersayang mama, yang selalu memberi
semangat untuk Abang,Kakak dan juga Adek yang selalu menyanyangi kami dengan sepenuh
hati, mereka juga sudah membelikan baju lebaran walau mama tidak bisa bersama kami
lagi, tapi kasih sayang sudah cukup bagi kami. Ya Terlebih ada “L” :’)
Bawelan nya sudah cukup buat rame telinga abang :-) ya Seperti yang pernah Mama
katakan “Jagalah selalu tali persaudaraan, sama saudara –saudara, dan
sahabat-sahabat Mama , anggaplah mereka sebagai pengganti Mama juga.” Nasehat
Mama selalu tersimpan dihati dan akan Abang, amalkan. Seluruh nama
saudara-saudara juga sahabat-sahabat Mama terbaik, sudah Abang tulis dibuku catatan
karena kalau tidak ditulis takut lupa,Selamat malam ya ma, semoga nanti
kita bertemu lagi di surga yang pernah Allah janjikan luasnya seluasa langit
dan bumi kepada hamba-hambanya yang sabar dan ikhlas dengan segala cobaan yang
Allah berikan . Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar