Bandung, 10 February 2012
Teruntuk, Calon Ibu Mertua
wanita kedua tercantik di bumi, setelah Mama
Bu, apa kabarmu? Saya harap Ibu baik-baik, dimanapun berada. Entah mengapa tiba-tiba terpikirkan oleh saya untuk menulis surat ini untukmu saat makan siang tadi. Panggilan hati, mungkin. :)
Bu, entah kapan Tuhan ijinkan kita bertemu. Bertemu denganmu pastilah lebih susah daripada bertemu jodohku. Tentu saja, wong bertemu jodoh saja sudah susah, lah ini mau bertemu ibunya. Tambah susah lagi. Hehehe..
Tapi Bu, ketahuilah bahwa sudah sejak lama calon menantumu ini merindu. Begitu ingin bertemu denganmu. Ingin mencium punggung tangan kananmu. Ingin ikut berbakti padamu.
Bu, jika suatu saat kita akhirnya saling bertatapmuka, berjanjilah pada saya tentang beberapa hal. Berjanjilah untuk mengajarkan saya mengenalmu, mengenal kebiasaanmu. Berjanjilah untuk mengajarkan saya berbagi dengan hidup dua keluarga. Berjanjilah untuk mengajarkan saya mencintaimu,dan anak-anakmu, seperti saya mencintai milik saya sendiri. Berjanjilah untuk mengajarkan saya membesarkan cucu-cucumu kelak. Berjanjilah mengajarkan saya pahit dan manisnya para lelaki,kepada wanita yang didalamnya ada salah satu cintamu yang terdalam.
Bu, Tuhan sudah lebih dari tau kalau saya berdoa setiap malam untukmu. Untuk wanita hebat yang telah melahirkan wanita luar biasa. Wanita yang nantinya Tuhan kirimkan untuk saya dan kelak menjadi ibu dari anak-anak saya.
Sampai jumpa di masa depan, Bu.. Peluk dan cium tangan hormat untukmu selalu.. :))
Dari saya,
calon menantu yang kelak banyak merepotkan.Maaf bila baru sekarang berani saya utarakan surat ini yang telah lama tersimpan bu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar