Senin, 11 Juni 2012

Hanya Hujan

Menari dalam euphoria seorang Anak Kecil..
Yang berfikir dunianya sempurna..
Dan tak ada yang menuntut akan tanya..
Untuk kemudian datang bencana..

Anak Kecil yang lincah tak bertuan..
Bersenandung pada surya yang termenung..
Entah berangan tentang apa, Anak Kecil tetap berlari..
Kala rembang telah datang..

Hujan..
Anak Kecil tak peduli akan hujan..
Untuk melimpahkan segala keriangan..
Karena hanya sang surya yang Ia butuhkan..

Dan sang surya memerah..
Lembayung semakin bernaung..
Anak Kecil beranjak dewasa..

Tidak!
Ia menolak..
Masa kecil yang dilupakan dan tak dianggap..
Masa muda yang diabaikan dan tak tersentuh..
Hati bergejolak..
Pemberontakan berantai..

Sunyi..
Sepi..
Tak ada yang memperhatikan si Anak Kecil..
Yang kini tak lagi riang..
Yang kini tak lagi bersenandung pada sang surya..
Hanya terdiam..
Menatap hujan di bawah langit yang kelabu..
Karena Ia tak siap..
Tak pernah benar-benar siap..
Untuk kemudian tertempa lagi..

Anak Kecil tak peduli..
Dan tak ada yang memperhatikan..
Kembali diabaikan..

Ya, Anak Kecil hanya menunggu suryanya..
Dan selalu menunggu..
Tapi hanya hujan yang datang..

Hanya hujan..
Tak ada yang lain…………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar