Hai “L”, apa kabar kamu hari ini? Semoga baik-baik saja dan semakin baik setelah membaca suratku ini. Semoga.
Entah apa yang ingin kutuliskan, padahal saat ini hanya berhadapan dengan layar LCD yang berkedip manja dan tuts keyboard, lantai bagi jemariku menari. Tapi sungguh, aku nervous! Seperti langsung berhadapan denganmu. Gadis manis yang kukagumi dalam ruang maya dan sudut hati
Aku membayangkan, bagaimana kelak aku berjumpa denganmu entah di manapun itu dan memperkenalkan diri, “Hei “L”, aku pengagummu.” apakah kalimat itu dapat lancar meluncur dari mulutku. Rasa-rasanya aku hanya akan terpaku dan terkesima dengan senyummu, dengan matamu yang membulat indah, dengan cekungan di pipimu yang menambah manisnya kamu.
Betapa mudahnya kamu untuk dikagumi, “L”. Aku suka sekali dengan status-statusmu yang menghiasi berandaku tiap hari. Bahkan beberapa menjadi penghuni dalam status favoritku. Kekagumanku padamu belum berhenti di situ saja, tulisan-tulisanku di blog ini ku khususkan buatmu yang membuatku jatuh hati. Ya aku menemukan sesuatu yang membuatku, ah entahlah apa namanya. Tapi yang pasti itu membuatku berkaca-kaca. Di saat segelintir wanita ingin meraih kesukseskan sebagai wanita karier, kamu justru beda, cita-cita mu sebagai seorang ibu yang hebat, itu luar biasa. Memang, setiap wanita pasti akan jadi ibu, tapi jarang ada yang mencita-citakan dirinya sebagai ibu. Kamu unik,”L”.
Kapan ya aku denganmu, dan membuatku terkesima dengan kata-kata ajaibmu itu yang keluar langsung dari bibirmu Hmm… Bandung-Jambi kan cuma 4 jam pulang-pergi jalur udara (menerawang hehe). Hei “L”, maaf kalau suratku biasa saja. Tak romantis. Dan maaf juga, sudah mengambil sedikit waktu yang berharga untuk sekadar membaca suratku ini. Terima kasih “L”, kamu inspirasiku.
Pengagummu yang pemalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar