Tuhan, aku malu gasehmu begitu menyentuh qalbu. . .mengetuk pintu pagi, sambil melirik mentari di atas bukit, berharap menemukan ranting kering, untuk mencambuk jiwa agar senantiasa peka padamu duhai pemilik hati ini.
Aku berharap hatimu damai menghadapi getirnya perjalanan ini. Dari tikungan jalan sunyi ini aku berpasrah hati menjemput malam yang tertunda.Kan ku baca lagi buku rindu yang belum usai.Aku dari semalam hingga pagi ini, hanya mampu memberi kasih untuk dirinya seorang, lewat senyum tanpa kata.
Miss You 'L'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar