Di Takdir Jalan Sunyi ini aku tergulung gelombang rindu dan sungguh tak kuasa mencari tepi karena dasyatnya arus kasih sayangmu. . .
lewat bulan kita saling menatap sambil meraba gemuruh di hati
tak sabar menunggu malam karena saat itu lah kau datang menyapa dan memberi kekuatan, juga senyum penjemput mimpi. . .
Di Jalan Sunyi ini kita bicara dari hati ke hati, tanpa suara tapi nyaringnya menyentuh sukma, persis seperti sentuhan awal kala kuterima takdirku untuk menempuh perjalanan sunyi ini
di Jalan Sunyi ini “gelap memberi cahaya, sunyi memberi bunyi, dan hati semakin dipenuhi rindu. Rindu cahaya, rindu suara, dan rindu dirimu sang pemilik hati.”
Jalan sunyi ini semakin membuatku berdebar karena tiada tepian yang bisa ku memapah diri. Semakin engkau menjauh, semakin membuat langkahku terpijak duri kesyahduan. Cinta, berilah daku sedikit cahayamu, walau sepetik senyum semalam yang kau kirim lewat rembulan
Bertemu denganmu adalah kerinduan yang terus ku syairkan, hingga aku dan dirimu saling berkata “kita telah berjumpa” sayang.
ungkapan kasihmu membuat langit hatiku cerah. Diam-diam aku merasakan kehadiranmu 'L'. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar