Rabu, 16 Januari 2013

senyum itu....


Aku mulai terjaga sesekali aku memajamkan mataku mencoba untuk kembali kedalam mimipiku namun yang terlihat dimataku hanya bayangan semu hitam sesekali berganti jingga menrai-nari didepan mataku aku terus mencoba kembali terpejam menikmati indahnya dunia mimpi namun tetap saja tak bisa. Aku kembali mengingat peristiwa pagi tadi ingin rasanya aku tertawa agar dunia tau apa yang aku rasakan kali ini. Aku bahahgia tapi entahlah apa ini benar-benar yang aku inginkan atau hanya pengobat ditengah kesakitanku karena nyatanya aku seperti seorang pasien yang koma yang hampir mati karena seseorang yang aku pikir menyayangiku tapi dia hampir membuat hatiku mati…

Tapi tadi pagi ada segurat senyum yang menari-nari didepan mataku yang entah kenapa tak ingin beranjak senyum itu selalu menari-nari didepan mataku memberikan gambaran indah yang membuatku terbangun dari koma, dan sesaat menutup lubang dihati ku, dan mampu melupakan setiap kesakitan yang tengah ku derita entahlah aku tak tau siapa dia dan awalnya aku tak ingin tau “ aku masih ingin setia” ujarku dalam hati walau aku tau aku tak mampu menghindar perasaan itu. Seperti ada sekumpulan bintang kecil yang menari-nari dihatiku bila melihat senyum itu dan entah kenapa aku ingin melihat senyum itu lagi dan lagi  sungguh aku mulai terjebak dalam sedetik aku merasa aku sudah mulai tak mengerti akan kemana hati ini membawa ku. Aku mulai mengubur senyum itu dan kembali menikmati setiap luka yang tengah aku derita aku memilih untuk kembali tertidur tidur yang panjang. Namun lagi-lagi senyum itu menari-nari di depan mataku memaksa aku bangun dari tidurku. Malaikat kecil ku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar