Rabu, 16 Januari 2013

Janji Diandra sayang :-*


Terduduk merenung diujung pojok ruangan kamar sendiri. Tertegun…
Dicermatinya kembali ruangan kamarnya yang berantakan, buku-buku berserakan, meja dan kursi berhamburan. Sisa perang batinnya sendiri.
Setelah tahu akan kepergian Diandra… dia menjadi gila.
Dia lupa akan keberadaan Diandra. Dia lupa bahwa Diandra selalu menunggunya.
Diambilnya buku karya tulisnya yang bercover tebal berlogo itu. Diusapnya bagian depannya yang sedikit sobek karena menghantam cermin karena ulahnya. Dilihatnya lagi logo Universitas kebangaannya,tempat Dia menjalani 2 Jurusan sekaligus  yang menjadi sebab dia pertama bertemu dengan Diandra.
Sedikit menetes air matanya, menyesali kebodohannya membiarkan Diandra pergi berlalu begitu saja. Diandra…. Dia merintih dalam hati menyebut namanya.

“ om, kuliahnya di jurusan apa…?” tanya Diandra kecil kepadanya, suatu sore 
“ ehm…. Jurusan Bogor Jogjakarta Medan… hahahaha” jawabnya bercanda, “ memangnya kenapa…?”
“ enggak, memangnya ada ya sekolah untuk menggambar…? Dari tadi aku lihat om selalu menggambar.”
“ hahahaha…… ada dong. Kamu mau om gambar…?”
“ enggak. Aku enggak suka digambar.” Jawab Diandra polos, “ itu gambar rumah ya om…?” tanya Diandra lagi dengan menunjuk sketsa disain yang dibuatnya.
“ iya, om kuliahnya untuk belajar menggambar bangunan. Diandra mau om buatin rumah…?” tanyanya lagi sambil mengusap bahu Diandra kecil yang sedang duduk disampingnya.
“ mau…” jawab Diandra polos, “ aku mau rumah kayu…”
“ rumah kayu…? Kenapa…?”
“ aku ingin tinggal didalam pohon, seperti Nirmala dan Oki Kurcaci yang tinggal di dalam jamur….”
“ hahahaha….bisa…bisa… nanti om buatin Diandra sebuah rumah kayu, yang bagus, yang nyaman… agar Diandra betah tinggal didalamnya bersama ibu dan ayah…” jawabnya menghibur.
“ tidak… aku tidak mau tinggal bersama ibu dan ayah di dalam rumah kayu itu.” Jawab Diandra menerawang jauh.
“ lalu, mau tinggal bersama siapa…?” tanyanya lagi dengan nada bingung.
“ aku mau tinggal sama Om Al….,” jawabnya dengan wajah polos menatap tajam pada mata Al, “selamanya….”
Jawaban Diandra membuatnya tertegun sesaat.
Dipandanginya gadis kecil berusia 6 tahun itu. Terlintas sejenak dalam pikirannya, apakah gadis kecil ini sedang menyatakan cintanya…?
“ hahaaha….” Dia tertawa sejenak, “Diandra mau tinggal sama Om…? Enggak takut…?” tanyanya lagi, masih dengan nada yang tidak pasti.
“ enggak… kenapa harus takut…? Kan ada Om Al…” jawabnya yakin, penuh keyakinan tidak seperti anak berusia 6 tahun.
“ ya…ya… nanti kalau om sudah lulus kuliah, sudah punya pekerjaan yang bagus, om buatin rumah untuk Diandra dan kita tinggal bersama…” jawabnya menghibur agar tidak mengecewakan Diandra kecil.
“ janji ya… Om gak boleh menikah dengan orang lain… tunggu aku besar…” kata Diandra lagi dengan mengulurkan jari kelingkingnya.
“ hahaahhaha….” Dia tertawa kelakar menanggapi ocehan anak kecil itu, “ iya, janji…” jawabnya kemudian dengan mengulurkan jari kelingkingnya, dan mengaitkannya di jari kecil Diandra.
Janji itu…
Dia lupa akan janji itu. Dia lupa bahwa Diandra kecil menantikan dirinya… hingga di penghujung hidupnya… Hai sayang ? 
Apa kabar Diandra di sana ?
Baik pasti :-) Di... Maafkan aku ingkari Janji kita sayang :'-( Maaf kan Om yah , Doa kan om dari jauh secepatnya akan om buatkan rumah kayu impian untuk Diandra selesai om menyandang gelar itu :-) Om Janji sayang :'-)
bahkan nanti om akan jadikan rumah Diandra untuk mengobati orang yang sakit supaya tak mengalami hal serupa yang Diandra dera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar