Satu tahun yang lalu, November 2011, pertemuan unik kami terjadi. Saat itu kebetulan aku dan dia yang sama-sama hoby membaca. Hari itu aku membaca sebuah buku yang cover judulnya A Small Miracle. Aku selalu menyukai buku-buku seperti itu. Sebab aku berharap bahwa garis hidup akan membawaku pada peristiwa-peristiwa yang ajaib seperti yang tertulis dalam buku itu. Bukan mistik. Namun sekedar untuk menikmati dan merasakan hadirat Tuhan yang begitu dekatmelalui mujizat. Sedekat urat nadi yang melekat erat.
Perempuan itu kira-kira 19an tahun usianya. Beda beberapa tahun denganku. Tubuhnya tidak terlalu Indah, tapi terlihat indah dan manis. Rambutnya lurus. Senyumnya, oh aku selalu menyukai cara ia menyunggingkan senyumannya. Manis.
Lewat pertemuan itu kami menjadi dekat. Akrab seperti layaknya seorang sahabat. Meski kami tinggal berjauhan, tapi komunikasi kami terus berjalan. Sesekali kami bertemu. Hanya untuk mengobrol dan tentu saja sambil berburu buku. Sama sepertiku, ia juga seorang kutu buku.
Mulanya kupikir rasa di hatiku itu biasa-biasa saja. Tapi lama-lama aku mulai menyadari ada satu hal yang tak seperti biasanya. Bila sehari saja tak menerima message atau telpon darinya, aku mulai gelisah. Segala yang kulakukan jadi serba salah. Yang kuinginkan saat itu hanya ingin berlama-lama berada di dekatnya dan terus menerus mendengar suaranya. Kau benar, aku mulai jatuh cinta!
Ya, aku jatuh cinta padanya. Tapi bibir ini selalu tak sanggup mengutarakan isi hati. Saat itu aku tak pernah tau apakah ia memiliki perasaan yang sama. Yang kutau, aku sering diam-diam menahan tangis karena memendam rasa. Setahun, dua tahun, aku bertahan dalam asa. Tapi tak juga terjadi apa-apa. Sampai akhirnya satu hal membuat kami benar-benar berpisah.
Orang itu, sebut saja 'L' namanya.Kalau kau mengenalnya, tolong katakan padanya, bahwa aku mencintainya. Aku sungguh-sungguh mencintainya. Menyesal tak pernah bisa mengatakan hal ini sebelumnya. Sampaikan juga bahwa saat ini aku masih sendiri. Belum bisa menemukan perempuan yang lebih baik dari perempuan ini. Aku berharap tahun ini aku bisa menemukan keajaiban untuk diriku sendiri. Menemukannya. Ya, menemukannya untuk kucintai sampai aku mati.
selamanya cinta,
- AL-
Senja sudah mulai tampak di kejauhan. Menatap pantai, seseorang menarik nafas panjang. Debur ombak memecah kesunyian. Delapan tahun lalu tepat di tempat itu, ia menaburkan abu.
‘L!’ Seorang teman berlari menghampiri. ‘Lihat apa yang kutemukan.’ Berseri ia memberikan sebuah botol beserta selembar kertas. ‘Kurasa surat ini untukmu!’
Keheranan perempuan itu membaca setiap kata yang tertulis dalam kertas itu. Seseorang menulis pesan dan menyimpannya dalam sebuah botol. Setelah selesai membaca, sedetik kemudian perempuan itu tersenyum. Surat masih berada dalam genggaman tangannya.
Tulisan tangan itu.. 'AL'.. Cinta yang selalu dirindukannya.
‘Rest in peace,.. Kau benar, mujizat itu nyata. Dan kupikir, aku sudah menemukannya..’
*
sebab cinta itu kuat seperti maut.. selalu dapat menemukan jalannya.. tak pernah kehilangan arah... 6 NOVEMBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar