Jembatan itu apa, Mama? Alat penghubung dari satu tempat ke tempat lain, Nak.
Kado itu apa, Mama? Kado itu hadiah ungkapan perasaan kita kepada orang lain, Nak.
Bahagia itu apa, Mama? Perasaan dimana kamu merasa senang yang berlebihan, Nak.
Tiga pertanyaan itu yang aku ingat kamu pernah tanyakan padaku ketika kita duduk di teras rumah. Usiamu saat itu belum genap enam tahun, karena kamu sudah pandai membaca tentunya kamu akan terus banyak bertanya tentang kata-kata yang tidak kamu mengerti artinya. Membuatku terkadang kewalahan.
Alif,
Mama masih ingat, kamu yang rajin menemui mama di rumah ini, diantar Bang Eza dan Tya, sambil membawa buku cerita bergambar. Setelahnya kamu ajak mama untuk mendengarkan kisah dari suara cemprengmu. Mama masih belum terlalu gila kan, buktinya masih bisa kujawab pertanyaan itu dengan baik.
Pertanyaan pertamamu yang aku langsung mendadak kambuh lagi, juga masih terekam luar biasa. Tidak, itu bukan salahmu. Memang sudah seharusnya kamu bertanya Mama, Papa dimana? Tapi memang aku saja yang kesulitan menerima ada sosok lain dan baru di antara kita, bernama Papa.
Sesaat sebelum aku harus kembali ke dalam kamar, diantar Perawat itu tentu saja, aku ingat kamu sempat berkata, “ Ma, aku mau membangun jembatan untuk kado ulang tahun Mama. Biar Mama bahagia“.
Surat ini aku tulis untukmu, anakku sayang, karena Mama merindukan kamu. Cepat temui aku agar kita bisa duduk berdua di teras rumah sambil membaca.
Peluk cium,
Mama.
Enam November, akan selalu datang,untukmu,untukku,selalu indah dinanti,bukan untuk dikenang,tapi untuk menjaga rindu,yang terlukis indah,dan tak pernah goyah,selamanya.The “yes, i do” journey. For the sake of cherishing every moment, here i am writing the process of planning my wedding day and also the life after the big day. So, one day i could look back and be grateful even more because of what i’ve been through and be reminded of His abundant blessing in my life ♥ For Miss Leni Fahrezi ♥
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar