Jumat, 13 April 2012

Surat Untuk Hawa

Hawa,Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu.
Sesungguhnya aku adalah Adam,

temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu.
Kau asalnya dari tulang rusukku yang bengkok,
Jadi tidak heranlah jika perjalanan hidupku sentiasa memimbingmu.
Hawa,
Maha suci Allah yang mentakdirkan kaummu lebih ramai dibandingkan bilangan kaumku di akhir zaman,
itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusanNya.
Jika bilangan kaumku mengatasi kaummu niscaya merahlah dunia karena darah manusia,
kacau bila suasana Adam sama Adam bermusuhan karena Hawa.
Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil & Qabil,
sehingga pada zaman cucu cicitnya pun haruskan Adam beristri lebih dari satu,
tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu.

Hawa,
Aku tahu bahwa kau tahu dalam Al-Quran
yang menyatakan kaum lelaki menguasai kaum wanita.
Aku diberi amanah untuk mendidikmu
aku diberi tanggungjawab untuk menjagamu
memperhatikan dan mengawasimu
agar sentiasa di dalam ridha Tuhanku dan Tuhanmu.


Kau sebenarnya Makmum dan aku adalah Imammu,
aku adalah pemimpinmu, karena kau adalah ketuamu.
Jika aku benar maka benarlah kau.
Jika kau lalai, lalailah aku.
Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu.
Akal mu Sembilan, nafsumu satu.
Akalku satu, nafsuku beribu

 Hawa,
Ikutilah tanganku, karena kau sering lupa dan lalai,
Ikutlah aku untuk menyelami kalimat Allah,

perdengarkanlah aku kalimat syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku.
Tiuplah roh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.
Hawa
Seandainya kau masih lalai karena ulahmu sendiri,
masih segan mengikuti langkah para sahabat Nabi,
masih gentar mencegah mungkar,
maka kita tunggu dan lihatlah dunia akan hancur bila kaummu yang akan memerintah.
Malulah aku Hawa malulah aku pada diriku sendiri dan pada Tuhanku yang aku agungkan itu Hawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar