Jumat, 13 April 2012

Aku Tak Ingin Surga.


Tulisan ini kutulis di saat heningnya malam dan merajalelanya penyakitku yang menjadi-jadi karena Allah begitu perhatian padaku dengan memberiku sakit…


Aku tak habis pikir. Mengapa seorang makhluk mengharapkan makhluk lainnya. Surga itu kan makhluk? Mengapa sebagian besar dari kita menginginkan makhluk? Surga itu kan bisa rusak? Mengapa kita menginginkan suatu makhluk yang bisa rusak? Kenapa di saat kita berdoa kita selalu menginginkan surga? Mengapa di saat setelah akhir hayat kita menginginkan berada di surga? Mengapa kita selalu menginginkan surga tanpa berpikir keadaan diri kita saat ini? Dan mengapa doa itu selalu ada di benak kita? Dan masih banyak pertanyaan mengapa yang lainnya…

Aku tak habis pikir. Apakah aku tak menginginkan surga? Berarti sama saja aku menginginkan sebuah makhluk dan menelantarkan penciptanya. Ibarat aku sebuah bangku kayu kemudian aku menginginkan sebuah kursi. Lantas bagaimana seandainya bangku itu rusak, keropos, patah, berdebu, terbakar, dan dibuang begitu saja menjadi kayu bakar? Apakah aku masih membutuhkan sebuah kursi sebagai pasanganku? Kenapa aku tak butuh bantuan seorang tukang kayu untuk membetulkanku? Apakah aku telah menelantarkan seorang tukang kayu yang telah membuat sebuah bangku dan sebuah kursi?

Aku tak habis pikir. Jika saja surga tidak ada. Apakah kita masih mengharapkan surga dalam doa-doa kita? Bukankah Allah itu masih hebat andai surga tidak ada? Lantas apakah semua hidup kita hanya untuk masuk surga? Ataukah aku benar-benar naïf?

Ataukah aku memilih tak ingin surga saja? Karena aku tahu engkau ya Allah! Aku hanya ingin engkau yang begitu maha dahsyat. Aku hanya mengharapkan keridloanmu di setiap sendi nafas dan aliran darahku. Aku hanya ingin mendapatkan rahmatmu di setiap jejak langkahku. Dan terserah engkau setelah itu. Apakah aku engkau masukkan ke dalam surga? Ataukah engkau aku selamatkan dari siksa api neraka? Ataukah engkau memberikan aku penempatan di samping Ayah dan Ibu? Jika itu kehendakmu, aku terima saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar