Rabu, 28 Maret 2012

Teruntuk Hawa Ku

Dia yang diujung sana menarikan jarinya menarikan hatinya
menggenggam janjinya menunggu sang waktu
untuk bertemu…
Malam sampaikan salam
ini untuknya, beri dia teman, jangan buat dia sendiri

Malam sampaikan padanya, aku hanya seorang pria, seorang yang ragu akan rasa

Malam sampaikan padanya
aku sedang mencoba untuk bersikap seolah-olah aku tak pernah bertemu denganya karena aku takut bila orang lain yang akan mendampingiku bukan dia, agar aku terbiasa

Malam sampaikan padanya
sungguh banyak angan bersamanya, namun aku takut kalau semua itu tak pernah ada

Malam sampaikan padanya kadang aku siap kalau seadainya ada seseorang yang siap ada disampingnya walau terkadang akupun tak siap kalau itu benar-benar
nyata

Malam sampaikan padanya
hati ini begitu ingin menyapanya, namun aku tak ada hak, duniaku dan dunianya belum sama

Malam sampaikan padanya
banyak hal kuingin lihat darinya, ingin melihat dia tersenyum
menyambutku namun aku belum punya hak akan hal itu

Malam sampaikan padanya
jangan pernah dia untuk menyerah jangan termenung akan sesuatu yang yang bukan haknya karena aku takut itu belum waktunya

Malam sampaikan padanya
adakah kala melihat warna jingga tapi itu masih kelambu
jadi teteplah melihat semua apa adanya

Malam sungguh aku rindu padanya
namun apa daya aku hanya hamba-Nya yang belum memiliki hak akan semua ini
maafkan aku Ya Allah, bila hamba terkadang melampaui batas

Izinkan hamba tetap dalam perbatasan
tetap merasa takut akan sesuatu yang belum hamba memilki hak akan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar