Meski diriku terbebas dari kepungan hujan
badai tapi aku masih tetap terkepung badai rindu padamu, bahkan saat ini, kala
ku ada bilik kamar ini. . .
senyummu terus hadir nyata. . .
senyata buliran hujan yang melekat di
jendela kamar
Separuh jiwa mu ada bersama ku, separuh
jiwa ku ada bersama mu
ku ingin kau selalu ada di hatiku
kau ingin ku selalu ada dihatimu, melewati gerimis dan terik mentari, sendu rembulan dan kedipan bintang, tanpa mesti bertemu atau berkirim pesan, karena engkau dan aku ada dalam setiap tarikan nafas
ku ingin kau selalu ada di hatiku
kau ingin ku selalu ada dihatimu, melewati gerimis dan terik mentari, sendu rembulan dan kedipan bintang, tanpa mesti bertemu atau berkirim pesan, karena engkau dan aku ada dalam setiap tarikan nafas
kau sapa aku dengan gerimis. . .
kala hujan menyapa bumi bermekaranlah
bunga-bunga, dan sungguh kala kau menyapaku hati ini berbunga-bunga
ku ingin selalu bisa menyapamu, walau cuma
lewat angin dan gerimis, dan berharap suatu ketika kau ingin bertemuku walau
sekedar lewat mimpi. . .
aku sayang kau sungguh. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar