Minggu, 11 Maret 2012

Di Pucuk Rindu. . .

Menemani bidadari memetik sari matahari pagi agar senyum tersimpan kembali warna warni
kau, yang membuatku tersenyum pertama kali di jalan hati sunyi, hari itu. . .
seperti matahari menitip cahayanya pada rembulan kau pun menitip kasihmu di hatiku, yang dengannya aku terus merindu. . .

Aku mencium harum wangi bunga setiap kali kau datang. Maka sapalah aku walau dengan sekedip lirikan

kala aku kepanasan kau hadir dengan semangkuk air
mataku berbinar, sungguh
pagi ini, aku ingin memanggilmu dengan panggilan 'Sayang'
segelas caphucino, tujuh teguk rindu sebatang rokok, terkepung sesak asmara untuk 'L'
kucium kehangatan siang ini sambil berharap ada pucuk daun jatuh sebagai isyarat. . .
'I LOVE YOU' . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar